Tidak Dipinjamkan Uang, Nyawa Janda Melayang

Tidak Dipinjamkan Uang, Nyawa Janda Melayang

Kabupaten Bandung,

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung Jawa barat, berhasil menangkap kasus tindak pidana pembunuhan berencana terhadap seorang perempuan.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kasat Reskrim Polresta Bandung Jawa barat, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan kejadian tersebut terjadi pada tanggal 27 Juni 2022.

“Di Cileunyi di Komplek Rajasanagara, Desa Cinunuk Kabupaten Bandung Jawa barat. korban inisial GEJ usia 51 tahun,warga Kabupaten Bandung Barat hari ini di Mapolresta Bandung Jawa barat. Senin, 4 Juli 2022.

Oliestha menambahkan temuan jasad perempuan ini di temuan warga setempat, adanya seseorang dalam keadaan rumah terkunci dan tergeletak didalam rumahnya.

“Setelah di buka pintu rumahnya, ternyata didalam rumah tersebut terdapat korban yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujarnya.

Di katakan Oliestha, setelah mendapat laporan dari warga dan security setempar, kemudian petugas melakukan olah tkp.

“Korban diduga meninggal sudah dua hari,” kata Oliestha.

“Dari serangkaian penyelidikan, sehingga menemukan petunjuk kearah tersangka atas nama DS. Yang bersangkutan warga Lengkong Kabupaten Bandung,” lanjut Oliestha.

Adapun motif DS alias Dadit (34)tahun, tega menghabisi nyawa GEJ 51 tahun, berawal pelaku datang untuk meminjam uang. Karena korban tidak memberikan pinjaman, pelaku marah.

“Pelaku meminjam uang, kemudian saat pelaku tidak dikasih oleh korban, pelaku marah dan mengancam menggunakan pisau cutter untuk menghabisi nyawa korban,” tambahnya.

Tidak hanya disitu, karena tidak berhasil menggunakan cutter yang di tusukan ke leher korban, Akhirnya pelaku DS alias Dadit membenturkan kepala korban dan mencekik menggunakan kabel dengan panjang 1 meter.

“Pelaku akhirnya mencekik korban,dan menggunakan kabel hingga korban meninggal dunia,”

Sementara itu, pelaku dan korban saling kenal. Karena korban sering meminjamkan uang untuk modal usaha yang dijalani pelaku.

Lebih lanjut Oliestha menegaskan,Setelah mengumpulkan beberapa bukti-bukti dan keterangan saksi. Pelaku DS akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Perkebunan Karet,di daerah Banjar Jawa Barat.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku DS melanggar Pasal 338 maupun Pasal 340 dengan ancaman maksimal yaitu 20 tahun penjara. (Tm)

%d bloggers like this: