Study Banding Para Kades di Tengah Pandemi dan Pilkada, Pengamat: Ada Apa Ini?

Study Banding Para Kades di Tengah Pandemi dan Pilkada, Pengamat: Ada Apa Ini?

Kabupaten Bandung,

Ditengah pandemic saat ini, berbagai kegiatan selalu menjadi sorotan tajam. Terlebih lagi di tengah perhelatan Pilkada, karena ada banyak kemungkinan yang terjadi selama melakukan study banding.

Seperti halnya yang dilakukan oleh 26 kepala desa yang saat ini sedang melakukan study banding ke Bali. Dalam kondisi pandemi Covid 19 ini semua pihak lebih sensitif bahkan bereaksi keras terhadap realisasi program kegiatan Pemda yang dinilai tidak tepat dilakukan dalam kondisi saat ini.

Djamu Kertabudi selaku Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Nurtanio Bandung juga mantan Praktisi Pemerintahan mengatakan semua kegiatan harus dilakukan secara selektif dan mengedepankan asas kepatutan dan kearifan. Terlebih di Kabupaten Bandung saat ini sedang menjalani perhelatan pilkada 2020. Sehingga langsung atau tidak langsung senantiasa diasumsikan berkaitan dengan hal ini.

“Study banding ini tidak tepat dilaksanakan di tengah pandemi dan pilkada, karena akan ada asumsi pengumpulan suara,” jelasnya.

Namun begitu, lanjut Djamu bahwa kita tahu apa yang menelatarbelakangi program studi banding ke Bali ini.  Hal ini berkaitan dengan Permendesa No.2 Tahun 2016 Tentang Indeks Desa Membangun (IDM). Dimana status kemajuan dan kemandirian desa diarahkan, dibina, dan dikembangan menjadi Desa Mandiri. Menurut RPJMD 2016-2021 Kab. Bandung, selama lima tahun berjalan mentargetkan 65 Desa Mandiri dari sejumlah 270 Desa.

“Ternyata saat ini telah melebihi target yang ditentukan. Yaitu tahun 2019 26 Desa, dan tahun 2020 56 Desa, sehingga menjadi 82 Desa Mandiri. Dengan demikian dalam APBD 2020 telah dianggarkan pemberian penghargaan kepada 26 Desa berprestasi yang berhasil meraih status Desa Mandiri tahun 2019,” jelasnya.

Adapun bagi 56 Desa yang meraih status Desa Mandiri tahun 2020, sudah barang tentu akan dianggarkan pada tahun 2021. Salah satu bentuk penghargaan terhadap 26 Desa ini adalah studi Bandung ke Kabupaten Badung Bali, dikarenakan secara Nasional semua Desa di Kabupaten Badung Bali sebagai percontohan Desa Mandiri.

“Saya sangat sependapat bahwa dalam kondisi pandemi Covid 19 saat ini  menjadi pertimbangan utama  dalam merealisikan program kegiatan pemerintah. Namun bukan berarti lantas program menjadi stagnan,” pungkasnya.  

Pemerintah dalam menghadapi pandemi Corona ini mengambil kebijakan cukup longgar dibanding sebelumnya karena pertimbangan ekonomi, yaitu yang dikenal dengan Adaptasi Keadaan Baru (AKB). (Tm/Sly)

%d bloggers like this: