Pemkab Bandung Launching OPM Bersubsidi
Kabupaten Bandung,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan launching Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi pada 6 titik kecamatan di Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Cangkuang, Senin (18/4/2022).
Launching OPM bersubsidi ini langsung dilakukan oleh Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna didampingi Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung H. Marlan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah, beberapa Kepala Perangkat Daerah, para Camat serta kepala desa.
“Launching OPM ini sudah rutin dilaksanakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian setiap tahunnya menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Dadang Supriatna kepada wartawan di Cangkuang.
Menurut Dadang Supriatna, pelaksanaan launching ini serentak di enam kecamatan di Kabupaten Bandung. Yaitu, di Kecamatan Cangkuang, Pasirjambu, Paseh, Ciparay, Cicalengka dan Rancaekek.
Pada OPM itu, katanya, Pemkab Bandung telah menyiapkan 7450 paket dengan harga setiap paketnya Rp 171.000. “Namun dapat dibeli oleh masyarakat dengan hanya sebesar Rp 79.750/paket, dan sisanya sekitar Rp 91.250 merupakan tanggung jawab APBD sebagai bentuk subsidi,” katanya.
Bupati Bandung berharap pada tahun mendatang bisa diprogramkan di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung. “Kami berharap masyarakat Kabupaten Bandung lebih sejahtera, dan kita dari pemerintah daerah untuk menyiapkan stok kebutuhan pangan,” katanya.
Ia pun mengintruksikan kepada para kepala desa dan para camat untuk menyediakan stok pangan minimal satu kwintal untuk kebutuhan masyarakat. Supaya masyarakat tak bingung lagi saat membutuhkan pangan.
“Masyarakat yang betul-betul membutuhkan, untuk segera diberikan. Jangan sampai ada warga tidak makan atau kelaparan karena tidak makan. Jangan sampai terjadi di Kabupaten Bandung. Sampai hari ini stok pangan untuk sampai jelang Hari Raya Idulfitri aman,” ujarnya.
Bupati Bandung mengatakan, dengan adanya OPM ini diharapkan bisa membantu masyarakat, khususnya dalam kebutuhan pangan.
“OPM yang dilaksanakan saat Ramadan ini, dalam proses pelaksanaannya harus tepat sasaran. Dalam OPM ini secara langsung pemerintah memberikan subsidi berupa sembako untuk masyarakat,” tuturnya.
Dadang Supriatna pun berharap kepada aparatur desa untuk mendata warga, khususnya penerima BLT, PKH atau program lainnya yang berasal dari bantuan pemerintah.
“Data-data yang ada di tiap desa untuk segera dimasukkan ke dalam sistem yang ada di desa. Nantinya, saya bisa memantau melalui data desa itu. Apalagi saat ini sudah sistem digitalisasi,” katanya.
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung H. Marlan mengatakan, launching OPM ini merupakan hasil kerjasama antara Pemkab Bandung dengan Bulog Cabang Bandung.
“OPM ini dilaksanakan setiap tahun jelang Hari Raya Idulfitri sebagai upaya pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat. Setiap jelang Idulfitri, harga-harga pangan naik cukup tajam, sehingga memberatkan masyarakat,” katanya.
Marlan mengatakan, memberikan bantuan sembako kepada masyarakat ini, dengan cara memberikan subsidi. OPM dengan menyediakan 7450 paket yang dilaksanakan di enam kecamatan. Keenam kecamatan itu, yakni Kecamatan Cangkuang 1100 paket, Pasirjambu 1100 paket, Paseh 1350 paket, Ciparay 1400 paket, Cicalengka 1100 paket dan Rancaekek 1400 paket.
“Jumlah ini disesuaikan dengan jumlah penduduk yang ada di masing-masing kecamatan,” katanya.
Menurutnya, setiap paket dengan harga normalnya Rp 171.000, sementara disubsidi pemerintah Rp 91.250/paket, dan masyarakat menembus setiap paketnya Rp 79.750.
“Jika ada yang lebih harganya, bisa dilaporkan ke camat atau kades. Satu paket itu berisi 5 kg beras, 3 liter minyak goreng dalam kemasan botol dan 3 kg gula pasir,” katanya. (Humas/Tm)