Kemenparekraf Dan DPR RI Adakan Bimtek Televisi Sebagai Sarana Promosi

Kemenparekraf Dan DPR RI Adakan Bimtek Televisi Sebagai Sarana Promosi

Kabupaten Bandung,

Komisi X DPR RI dalam hal ini Dede Yusuf Macan Effendi, Serta kemenparekraf dalam hal ini dirjen film televisi dan animasi Industri pertelevisian tanah air, masih menjadi sarana promosi dan edukasi nomor 1.

Hal ini, perlu adanya daya dorong dari berbagai pihak, untuk terus mengembangkan potensi dan kearifan lokal dalam menyajikan tayangan-tayangan yang membangun.

Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendy mengatakan pihaknya akan terus mendorong dan mengawal seluruh program industri kreatif film, televisi dan animasi.

“Kami di DPR RI juga memantau dan mendorong, karya-karya kreatif yang dihasilkan di industri televisi. Mulai dari film karya anak bangsa, perkembangan televisi saat ini dan bahkan animasi-animasi yang sudah bermunculan di tv kita,” kata Dede pada usai menggelar Bimtek Kemenparekraf di Hotel Ibis Bandung, (04/12/2020)

Dede Yusuf menambahkan, dukungan dan dorongan itu bertujuan agar seluruh program yang ada bisa berjalan optimal. Pasalnya, persaingan industri televisi juga saat ini cukup ketat, sehingga perlu adanya program-program bermutu dan baik.

“Konten-konten yang tersedia dalam industri televisi makin bersaing. Saya yakin para pelaku industri televisi sangat kreatif dalam menyalurkan ide dan gagasannya,” kata Dede.

“Itu terbukti ya, seperti contoh tayangan animasi di kita sudah mulai banyak dan diminati warga masyarakat. Begitu juga perfilman tanah air, yang banyak mengangkat tema-tema sejarah yang sarat akan edukasi. Itu merupakan kekreatifan industri televisi saat ini,” tambahnya.

Dede Yusuf juga mengatakan jika dunia industri televisi perlu mendorong kearifan lokal untuk mengangkat potensi dan kekayaan budaya yang ada dj tiap daerah.

“Jadi kita akan mendorong promosi potensi yang ada disini melalui televisi. Karena televisi masih menjadi salah satu sarana promosi yang baik. Termasuk dalam mensosialisasikan program-program pemerintah,” tambahnya.

Syaifullah, selaku Direktur Industri Kreatif Film,Televisi dan Animasi Kemenparekraf menyebut pihaknya turut mendorong peningkatan kualitas program tv.

“Industri per film-an dan dunia pertelevisian harus bisa lebih kreatif dalam memberikan edukasi serta hiburan kepada masyarakat agar bisa bertahan di masa pandemi covid-19 ini. Saya yakin industri kreatif film akan lebih maju, pungkasnya.

Selain itu Fraktisi videografer Yulianus Ladung, mengatakan pihaknya mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan orang orang yang berkompeten dalam videografer di tanah air, untuk lebih maju. (Hms/Tm)

%d bloggers like this: