Kades Sukamulya Sayangkan Honor Pengamanan Pilkada Diduga “Disunat” Oknum Satpol PP

Kades Sukamulya Sayangkan Honor Pengamanan Pilkada  Diduga “Disunat” Oknum Satpol PP

Kabupaten Bandung,

Berdasarkan surat penyataan keberatan mengenai honorarium non PNS pengamanan tingkat desa/kelurahan dalam rangka untuk pilkada dipotong oleh oknum yang tidak bertanggung, Kepala Desa Sukamulya melayangkan  surat pernyataan keberatan.

Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sukamulya Deni Sugandi ada dua lembar formulir, yang pertama formulir dengan nilai pebayaran Rp 1,400.000. Kemudian formulir yang kedua senilai Rp 720 ribu.

“Total keseluruhan yang diterima per orang yaitu Rp 120 ribu/hari dikalikan 12 orang. Namun pada kenyataannya hanya Rp 880 ribu yang diterima,” katanya kepada Suarabandungnews.com.

Berdasarkan pembagian yang tidak sesuai dengan perjanjian dalam surat kesepakatan, Deni Sugandi selaku Kepala Desa Sukamulya membuat pernyataan keberatan.

“Maka dari itu saya membuat pernyataan keberatan, saya akan mengembalikan uangnya dan tidak saya kasihkan ke Panwas. Jadi Panwasnya saya kasih uang rokok secara pribadi, kasihan sudah capek kerja tetapi tidak sesuai bayarannya,” ujarnya kembali.

“Seharusnya, kalau memang betul Rp 120 ribu honor yang diterima, sebaiknya kasihkan saja. Karena upah Linmas itu kecil perbulannya, apalagi sekarang memasuki tahap pencoblosan. Sudah bisa dipastikan mereka sangat berat tugasnya,” tegas Deni Sugandi.

Ketika ditanya siapa yang melakukan pemotongan honor para Linmas tersebut, Deni mengatakan bahwa dugaan sementara bisa jadi Satpol PP. “Bisa jadi oknum Satpol PP yang memotong, karena uang itu bersumber dari sana, dan yang berhubungan dengan Linmas, Satpol PP yang mengeluarkan,” pungkasnya.

Deni juga menambahkan akan membawa kasus ini ke jalur hukum. (Tm/Sly)

%d bloggers like this: