Imbauan Untuk Tidak Adakan Halal Bihalal, Bupati: Cegah Cluster Baru, Silaturahmi Bisa Pakai Aplikasi Video Call

Imbauan Untuk Tidak Adakan Halal Bihalal, Bupati: Cegah Cluster Baru, Silaturahmi Bisa Pakai Aplikasi Video Call

Kabupaten Bandung,

Budaya mudik atau pulang kampung memang sudah sejak dahulu dilakukan. Hal ini untuk menjalin silaturahmi yang sempat terputus saat sanak keluarga jauh dari kampung halaman.

Kemudian setelah Idul Fitri, banyak dari masyarakat yang malaksanakan kegiatan halal bihalal. Kegiatan tersebut untuk kembali mempererat silaturahmi kepada seluruh keluarga dan sanak saudara.

Namun untuk tahun ini, kembali larangan mudik diberlakukan. Selain itu, larangan untuk kegiatan halal bihalal juga ditiadakan, hal ini untuk mencegah adanya cluster baru penyebaran Covid 19 usai libur lebaran.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan bahwa untuk tahun ini, kembali warga Kabupaten Bandung untuk bersabar. Walaupun ini sudah kedua kalinya larangan mudik diberlakukan, hal ini bertujuan untuk mencegah adanya penyebaran kasus Covi 19.

“Kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk bisa ikut mencegah adanya penularan kasus Covid 19. Jika ada keluarga yang dari luar Jawa ingin datang sebaiknya diberikan pengertian untuk tidak dulu datang,” katanya.

Selain itu, Bupati juga mengimbau agar kegiatan halal bihalal tidak dilaksanakan. “Saat ini Zaman sudah canggih dan serba digital. jadi komunikasi bisa dilakukan secara jarak jauh dengan aplikasi video call yang banyak ditemukan di handphone android,” ujar Dadang Supriatna.

“Kami semua Forkopimda sudah sepakat untuk sama-sama mengawal dan memperketat pengawasan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran baru usai libur lebaran,” tambahnya kembali.

Dadang menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Bandung sudah masuk dalam zona kuning. Bahkan ada beberapa wilayah yang sudah masuk dalam zona hijau.

“Saya juga mengimbau agar dalam pelaksanaan penyekatan larangan mudik, petugas yang berada di lapangan untuk bisa memberikan pengetahuan dan melarang dengan cara yang humanis dan persuasif. Agar tidak terjadi gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ada sekitar 20 titik penyekatan yang menjadi atensi pemeriksaan kepada warga yang akan melaksanakan kegiatan mudik. Titik penyekatan tersebut selain daerah perbatasan, juga gerbang masuk menuju Kabupaten Bandung. (Tm/Sly)

%d bloggers like this: