Gelar Harlah ke 500, Ini Sejarah Singkat Grantor Projek INA 18 Lady Of Rose

Gelar Harlah ke 500, Ini Sejarah Singkat Grantor Projek INA 18 Lady Of Rose

Tasikmalaya, Jawa Barat

Sejarah singkat Grantor projek POENIK INA 18 LADY OF ROSE yang mulia M.Bambang Utomo pemilik PT UNI BUONO MATARAM FOUNDATION/YAYASAN adalah GRANTOR OF THE TRUST LIENCHTENSTEN. Beliau adalah ketua majelis tinggi di Kesultanan Selacau International Federation Tasikmalaya Jawabarat Indonesia. M.BAMBANG UTOMO lahir 26 Maret 1945 dari pasangan perkawinan yg tidak di catat di kantor urusan Agama, dilakasanakan secara adat, selanjutmya dari pasangan Bapak Soekarno dan Ibu Sarinah alias Karsinah sebelum adanya Negara Indonesia berdiri. Dalam mengayuh bahtera rumah tangga pasangan tersebut, tidak berjalan dengan mulus dengan bergbagai hal yang terjadi pada saat itu, hingga terjadi perpisahan diantara keduanya. Sebelum Bambang Utomo lahir kedunia, Ibu Sarinah adalah salah satu putri Raja yg memutar asset kerajaan selama hidupnya, selanjutnya pasangan Soekarno dan Sarinah berpisah secara adat. Setelah berpisah, Ibu Sarinah melahirkan bayi laki-laki dan di beri nama Bambang Utomo dan pada saat itu, Ibu Sarinah menunjuk ibu bapak angkat untuk pengasuh dan untuk membesarkan anaknya yang bernama Bambang Utomo dan untuk biaya tetap di tanggung oleh Ibu Sarinah secara penuh yaitu pasangan muda yang belum memiliki anak bernama Bapak Tri Nurhadi dan Ibu Raden Ayu Sumartini, Beliau berdua adalah kerabat teman Almarhum Ibu Sarinah semasa hidupnya pada saat itu tinggal di lingkungan Keraton Surakarta. Dan mereka berdua dikenal masyarakat umum saat itu sebagai orangtua kandung Bambang Utomo kecil. Selanjutnya, setelah Bambang Utomo putra semata wayang Ibu Sarinah alias Karsinah ditiipkam dan untuk di besarkan oleh pasangan tersebut. Ibu Sarinah/Karsinah terus melanjutkan Pendidikan sekolah di Belanda dan Inggris atau di Negara Eropa sambil mengelola asset keuangan sebagai Guaranty melanjutkan pendahulunya. Setelah lama tinggal di Negara Eropa dan Bambang Utomo masih kecil pada saat itu sesekali ikut dibawa oleh Ibu Sarinah ke Eropa, dengan status hukum sebagai anak angkat dan kedudukan wali Bambang Utomo dalam Pendidikan dan ijazah adalah Ibu Sarinah sebagai wali tunggal dalam catatan Hukum adalah Ibu Sarinah Karsinah. Setelah dewasa Bambang Utomo menikah dan menetap di wilayah Hukum Indonesia yang terakhir sampai wafatnya tinggal di Perum Pesona Merapi View G10 Jl Kapten Haryadi Jl Kaliurang Km 9 Sleman Yogyakarta. M.Bambang Utomo menikah dan hidup bersama dengan Ibu Santi Nurfiani S. lahir di Yogyakarta 01 April 1962 sebagai pasangan suami istri dan secara adat dan budaya beliau adalah Ibu dan Bapak angkat daripada Sultan Rohidin SH., PK VIII. Pada saat itu Ibu Sarinah tetap menyelesaikan Pendidikan dan mengelola asset bisnis keuangan di Eropa dan Indonesia, dan Namanya banyak di abadikan oleh presiden pertama Indonesia seperti nama Gedung di Jakarta, dan nama hotel di Yogyakarta dan di Wilayah lainnya. Di masa hari tua nya beliau Ibu Sarinah lalu menikah dengan R.Usman di desa Kec Catur Rejo Sleman Yogyakarta. Dan, sebelum meninggal Ibu Sarinah pada tgl 7 Juni 1993 sudah menyerahkan pernyataan waris tunggal dari seluruh asset kepemilikan atas nama Ibu Sarinah alias Karsinah yaitu berupa asset manajemen yg ada di luar negeri. yang di tetapkan April 1964 dan sebagai penerusnya adalah M.Bambang Utomo. Dengan sertifikat Guaranty Mrs Sarinah kode INA 45 LADY OF ROSE INA 18 1945 SRN adalah sebagai pemilik asset saat itu, sebagai penjamin/ lisensi atas adanya beberapa mata uang di beberapa negara khusunya mata uang USD di Negara Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Negara Indonesia, mata uang EURO di Negara-Negara Eropa. M.Bangbang Utomo adalah sebagai penerus Ibu Sarinah sebagai GRANTOR OF THE TRUST LIENCHTENSTEIN. Selanjutnya surat pernyataan waris dari Ibu Sarinah Karsinah oleh Bambang Utomo, di ajukan ke Pengadilan Negeri Sleman Yogyakarta untuk penetapan status Hukum melalui persidangan Pengadilan Negeri Sleman Yogyakarta, dan di kabulkan semua gugatannya yang di putus hari Rabu,28 oktober 1998 oleh Hakim Pengadilan Negeri Sleman Yogyakarta Bapak Zaenal Abidin SH. dengan putusan No Reg 46 tahun 1998 di Pengadilan tersebut. Dengan putusan Hukum tetap Pengadilan, otomatis semua tanggung jawab, semua asset Ibu Sarinah, resmi menjadi milik M.Bambang Utomo sebagai GRANTOR OF THE TRUST LIECHTENSTEIN. Dan setiap pemerintahan bernegara yang menggunakan jaminan kolektral milik Grantor sebagai jaminan dan lisens,i dan sebagai dasar cetak mata uang milik Grantor yang di gunakan oleh Negara/pemerintahan tersebut secara ex officio di dalam struktur hirarki pemerintahan tersebut maka bertanggung jawab secara otomatis kepada grantor yaitu M.Bambang Utomo. Dengan bukti, merapat nya Armada 7 lego jangkar di Tanjung Benoa Bali dalam rangka menyerahkan tongkat estafet komando Grantor 1996/1997 dan sudah di umumkan secara INTERNATIONAL OF UTILIZATION OF ASSET COLETRAL atas Nama M.Bambang Utomo Desember 2000. Beliau adalah pewaris tunggal (only her) untuk selamanya, dan asset Grantor yg tercatat dalam dokumen projek Poenik yang di jadikan dasar jaminan dan lisensi untuk beberapa Negara terutama untuk mata uang Usd, Euro, Rupiah sampai saat ini. Yang saat itu pengguna di Indonesia di pertanggung jawabkan kepada Tri independent khususnya Presiden ke-2 Alm H. M. SOEHARTO. Bambang Utomo memasukan dana-dana projek Poenik untuk pembangunan Infrastruktur Pendidikan, Pertanian, dan Kesehatan melalui Yayasan TRIKORA dari PT Uni Buono Mataram Foundation, sebagai sumber percetakan uang yg di cetak di Negara Australia 1995- 1998. Dan sejak presiden Soeharto dilantik sampai masa berakhirnya beliau menggunakan asset milik Grantor sebagai dasar cetak mata uang Rupiah setelah Soeharto tidak lagi sebagai Presiden dalam prosesnya, maka beliau mengembalikan Kembali asset Grantor tgl 3 Juli 2007 di tandatangani H.M. Soeharto di Jl Cendana no. 8 untuk di serahkan ke Yang Mulia Bambang Utomo di Rumah kediamanya, dan untuk di tindak lanjuti para penerus Tri Independen di pemerintahan Republik Indonesia. Dan surat tersebut diterima oleh Grantor M.Bambang Utomo didalem Kalitan Surakarta tanggal 22 oktober 2008. dari Jokolawe Cakraningrat, demikian sejarah singkat ketua majelis tertinggi Selaco International Federation Yang Mulia Bambang Utomo, yaitu Grantor pemilik PT UNI BUONO MATARAM FOUNDATION. Yang mengisi projek Phoenix Alm.M.Bambang Utomo atau sebagai pemilik jaminan dan lisensi tiga mata uang secara Hukum Nasional I nternasional yaitu mata uang USD di Amerika Serikat, EURO di Negara-Negara Eropa Rupiah di Negara Indonesia. M.Bambang Utomo semasa hidupnya mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya, dihianati para oknum konspirasi global yang tidak bertanggung jawab, riwayat singkat GRANTOR OF THE TRUST adalah ketua majelis tertinggi Selaco International Federation atau Cagar Budaya Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu, sejak 2016 sampai akhir hidupnya yang mulia M.Bambang Utomo wapat dirumah kediamannya Pesona Merapi View G10.di Jl. Kapten Hariadi Jl Kaliurang Km 9 Seleman Yogyakarta tgl 24 Desember 2020. semoga Almarhum ditempatkan dalam Ridha dan Rahmat Allah SWT. dan diampuni dari segala kehilapannya, mari kita doakan untuk beliau M.Bambang Utomo dengan membacakan ayat suci alqur,an. Alfatihah………… Selanjutnya,keterangan sebelum wapat Yang Mulia Bambang Utomo telah menetapkan penerusnya sebagai ketua majelis tertinggi Selaco International Federation, dan diumumkan secara terbuka dalam pidatonya di Selaco, dalam acara hari ulang tahun 2018/2019, dan berdasarkan Piagam penetapan di tandatangani di Yogyakarta di Rumah kediamannya, dan berikut penandatanganan prasasti Selaco International Federation sebagai wilayah Independent International meliputi wilayah Cagar Budaya dan sekitarnya, dan berbagai tandatangan dan cap jempol di dokumen Selaco dan lainnya M.Bambang Utomo telah mengangkat dan menunjuk penerusnya sebagai pelaksana tugas Grantor sebagai eksekutor. Dalam menjalankan tugasnya kedepan yaitu Yang Mulia Rohidin SH. PK VIII Sultan Selacau Tunggul Rahayu Tasikmalaya Jawabarat Indonesia, semoga Allah meridhai dan memudahkan segala urusannya yang baik, demi semua pihak bagi Nusa, Agama, Bangsa dan Negara secara otomatis segala tugas dan tanggung jawab Grantor secara institusi majelis tertinggi di Selaco International Federation menjadi tanggung jawab dan tugas Sultan Rohidin SH. PK VIII, semoga Alloh SWT merahmati dan menunjukan kejalan yang lurus dan memberi kemudahan yang dapat membawa keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi Nusa, Agama, Bangsa dan Negara, khususnya di lingkungan Selaco dan umumnya di wilayah yang di kuasakan kepada Grantor Phoenix sebagai pemilik lisensi dan penjamin atas tiga mata uang yang berlaku saat ini. Demikian sejarah singkat Grantor dan asal usul juga penerus nya, semoga menjadi petunjuk bagi kita semuanya, sejarah singkat ini dibacakan hari Senin tanggal 20 September 2021 di Selaco International Federation Pasir kolotok NagaraTengah. Cagar Budaya Selacau Tunggul Rahayu Kab. Tasikamalaya, Jawa Barat Indonesia dalam acara Harlah ke 500 tahun, sejak di kukuhkan nya Prabu Surawisesa 1521 M, sebagai Maha Raja Galuh Pakuan Padjajaran yang menandatangani perjanjian dagang (Selaco) Selat Malaka Corporation 1515 M dan Perjanjian Padrau di Muara Ciliwung Jakarta, saat ini 1521 M setelah menjadi Raja mengganti kan Ayahanda Prabu Siliwangi Prabu Raden Jaya Dewata. Prabu Surawisesa Beliau adalah nenek moyang dari pada Yang Mulia Sultan Rohidin SH., PK VIII yg saat ini menjadi penerusnya dalam rangka melestarikan kultur sejarah Budaya Padjajaran. Apabila dalam menguraikan sejarah ini terdapat kekeliruan semoga Allah mengampuni kita semua nya. (*)

%d bloggers like this: