Cegah Perdagangan Orang, Begini Langkah BP2MI

Cegah Perdagangan Orang, Begini Langkah BP2MI

Kabupaten Bandung,

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terus gencar mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Edukasi yang diberikan adalah mengenai program pekerja migran Indonesia sesuai dengan aturan.

Banyak yang harus di ketahui oleh masyarakat terkait peluang kerja keluar negeri, mulai dari pelatihannya. Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat.

Jika ada yang berkeinginan bekerja keluar negeri tapi syaratnya dan ketentuannya tidak tahu, maka Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama-sama dengan instansi terkait untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama di daerah agar tahu. 

Setiap kegiatan mengundang masyarakat selalu antusias luar biasa Jadi ada semangat masyarakat untuk mendapatkan informasi ada Keinginan mereka bekerja di luar negeri. Kemudian kalau ini dilakukan bersama-sama hasilnya akan maksimal menghasilkan devisa buat negara kita.

Badan perlindungan pekerja migran Indonesia (BP2MI) terus berupaya memberantasan sindikat penempatan ilegal PMI yang terdiri dari lintas instansi.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani di Kabupaten Bandung, Rabu 27/12/2023, mengatakan pihaknya terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengetahuan cara yang legal jika ingin bekerja di luar negeri.

“Edukasi ini untuk bisa saling mengawasi dari daerah ke daerah, dan kepala daerah, kecamatan hingga ke desa-desa, akan tercapai tujuan yang maksimal para pekerja devisa inj menjadi devisa negara. Negara tidak akan rugi untuk menanggung biaya pelatihan, bpjstk, asuransi, medical cek up. Kita tidak ingin para pahlawan devisa ini yang bekerja untuk ekonomi keluarganya, tetapi harus terjamin, untuk di tanggung negara,” katanya.

“Kita tidak ingin pahlawan devisa ini tidak terjamin. Dan negara harus menyiapkan modal penempatan yang di tanggung negara. Selain itu juga unsur penegak hukum memberantas oknum-oknum yang memberangkatkan PMI secara ilegal,” tegasnya kembali.

“Tugas mendesak kita adalah perubahan situasi, awal kita berpikir pasca bergeraknya satgas semua tiarap dan penempatan ilegal berhenti, tapi kemudian justru marak lagi sehingga satgas kita efektifkan dan juga koordinasi dengan kepolisian termasuk TNI,” sambungnya,

Menurutnya Dalam rangka sosialisasi dan edukasi Badan perlindungan pekerja Migran indonesia tersebut,  Pencegahan Pemberantasan Sindikat Penempatan Ilegal PMI merancang upaya pengentasan tindakan ini tahun 2024.

Mereka menyusun rumusan terbaik untuk memberantas sindikat dengan cara kolaborasi. Dari catatannya saja, dalam tiga tahun terakhir BP2MI sudah menangani 107.885 PMI yang dideportasi, 2.537 yang meninggal dunia atau 2-3 peti jenazah tiba per hari, dan 3.653 yang kembali dalam keadaan sakit, cacat fisik, hingga hilang ingatan.

“Jangan ini dianggap mereka yang berangkat tiga tahun terakhir, mereka justru yang berangkat 5-10 tahun lalu, dan 90 persen tidak tercatat namanya di sistem, artinya jelas tidak sesuai prosedur dan diduga kuat sebagian korban tindak pidana perdagangan orang,” ujar Benny.

Menurutnya, poin pekerjaan penting satuan tugas adalah membersihkan rumah sendiri, atau mengubah cara pandang penyelenggara pemerintahan yang berorientasi pada penyerapan anggaran kemudian memperumit proses birokrasi.

Sementara di tubuh BP2MI ingin tidak ada yang berjalan dengan lambat, semua proses harus berjalan cepat dan memiliki integritas tinggi, bahkan Benny tak ragu memecat anggotanya yang terbukti terlibat dibalik suksesnya mafia penempatan ilegal PMI.

Terhadap keanggotaan Satgas Pencegahan Pemberantasan Sindikat Penempatan Ilegal PMI yang tergabung saat ini ia mengaku senang, artinya mereka atas kesadaran moral dan tanggung jawab datang untuk merah putih.

“Kita komitmen untuk memberantas penempatan ilegal Pekerja Migran Indonesia. Sikat sampai tuntas, kita memiliki undang undang TPPO. Kita tidak boleh membiarkan, sehingga negara jangan kalah dengan para sindikat,” kata dia.

“Musuh kita sudah jelas siapa. Mereka adalah para sindikat dan mafia penempatan ilegal yang kadang dibantu oknum,” tutupnya. (TM)

%d bloggers like this: