Begini Kronologis Penemuan Kupon Belanja Gambar Paslon 1

Begini Kronologis Penemuan Kupon Belanja Gambar Paslon 1

Kabupaten Bandung,

Belum lama ini, Bawaslu Kabupaten Bandung menemukan dugaan palanggaran pilkada yang dilakukan oleh tim dari paslon 1 yaitu Nia-Usman. Pelanggaran itu ditemukan di Kecamatan Kertasari, yaitu berua 150 paket sembako yang terdapat gambar paslon 1.

Kini Bawaslu kembali menemukan dugaan pelanggaran politik uang, yaitu 100 lembar kupon belanja senilai Rp 35 ribu bergambar paslon 1 Nia-Usman.

Kejadian pada tanggal 25 November 2020 kemarin, yaitu masyarakat dari Kecamatan Pangalengan melaporkan kepada Bawaslu ada pembagian kupon belanja.

“Mendapat laporan tersebut, kami melakukan penelusuran dengan menginstruksikan pengawas kecamatan dan desa. Dan benar ditemukan dugaan pelanggaran politik uang, dengan cara pembagian kupon belanja,” kata Hedi Ardia, selaku Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bandung.

Hedi menambahkan, modus yang digunakan adalah setelah membagikan kupon, warga bisa belanja di warung tersebut. “Kami memintai keterangan dari pemilik warung, dan dia mengaku kalau mendapatkan kupon tersebut dari seseorang yang sudah kita ketahui identitasnya,” jelas Hedi.

Bahkan, kasus yang sama pun berdasarkan penelusuran teman-teman pengawas di daerah itu terjadi di Arjasari, Dayeuh Kolot dan Rancaekek.

“Laporan ini juga sudah sampai ke sentra Gakumdu, Kami sedang mempelajari apakah syarat formil dan materil nya itu memang sudah terpenuhi atau tidak. Jika sudah terpenuhi unsur-unsurnya, kita masuk ke pembahasan 1,” ujarnya kembali.

Pelanggaran ini bisa dipidanakan karena melanggar ketentuan pasal 187 A undang-undang 10 tahun 2016 yang menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan untuk mempengaruhi pemilih itu bisa diancam penjara paling lama 72 bulan atau denda satu miliar. (Tm/Sly)

%d bloggers like this: