ASN Tidak Netral Selama Pilkada Kabupaten Bandung, Sekda: Jangan Sampai Disengaja Tidak Netral

ASN Tidak Netral Selama Pilkada Kabupaten Bandung, Sekda: Jangan Sampai Disengaja Tidak Netral

Kabupaten Bandung,

Setelah diketahui adanya 14 Aparatur Sipil Negara yang dilakukan pemeriksaan oleh Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kode etik selama Pilkada di Kabupaten Bandung, Pjs Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Tisna Ubmaran sangat menyayangkan hal tersebut.

“Saya mengingatkan agar semua bisa menjaga diri untuk selalu netral. Jangan sampai ada ASN yang pura-pura tidak mengerti akan aturan netralitas ASN atau sengaja tidak netral,” katanya kepada suarabandung.com, Jum’at (25/9/2020).

Ditambahkan Tisna Ubmaran bahwa jangan gara-gara ada 14 ASN yang dipanggil Bawaslu kemudian menvonis 16 ribu ASN yang ada di lingkup pemerintahan kabupaten Bandung itu tidak netral.

“Jadi tidak bisa mengambil kesimpulan dengan 14 ASN yang diduga melanggar kode etik kemudian mengatakan 16 ribu ASN tidak netral,” ujarnya kembali.

“Kita juga memaknai bahwa sosialisasi, imbauan dan pengawasan harus terus dilakukan. Jangan sampai ketika sudah diberikan sanksi namun ASN itu sendiri tidak paham,” tegasnya.

Dalam hal ini, Pjs Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Tisna Ubmaran meminta agar ADN tidak berpihak kepada siapapun.

Seperti diketahui Bawaslu Kabupaten Bandung sudah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga melanggar kode etik selama pilkada berlangsung di Kabupaten Bandung. Pelanggaran kode etik yang dilakukan adalah mengenai ketidak netralan ASN selama Pilkada berlangsung di Kabupaten Bandung.

Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia mengatakan sebaiknya instansi terkait dalam hal ini Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung harus lebih fokus dalam melakukan pembenahan internal. (Tm/Sly)

%d bloggers like this: